Mengenal Hama Dan Penyakit Pada Pohon Mangga Yang Sering Menyerang

Tanaman buah seperti mangga biasanya umum ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan rumah. Dengan iklim yang selalu mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun, pohon mangga akan mudah tumbuh subur di Indonesia. Selain digunakan peneduh karena pohonnya mampu menaungi , buah yang dihasilkan juga sangat digemari. Karenanya jika anda memiliki pohon mangga di rumah, ada baiknya anda memahami juga penyakit –penyakit dan hama tanaman yang sering menghampiri pohon mangga. Dengan demikian, anda bisa segera melakukan tindakan pembasmian dan pencegahan dengan tepat dan akurat.

Hama Tanaman

  1. Lalat buah (Dacus pedestris). Hama lalat buah biasanya menyerang daging buah mangga hingga menjadi busuk dan sangat mudah berguguran. Lalat buah betina menyerang tanaman dengan cara menusukkan ujung perutnya pada kulit buah yang sudah matang. Pada kesempatan itulah lalat buah meletakkan telur pada daging  buah, selanjutnya telur akan menjadi larva yang dapat merusak daging buah. Untuk itu pengendaliannya dapat dilakukan dengan membungkus buah saat masih kecil atau berumur sekitar satu bulan sejak bunga mekar. Pembungkusan dapat menggunakan plastik bening, kertas semen, atau daun pisang kering pada buah yang masih sehat. Jaga juga kebersihan sekitar pohon dengan memangkas, membakar dan membuang bagian tanaman yang terserang. Pengusiran lalat dapat dilakukan juga dengan melakukan pengasapan.
  2. Kutu Daun. Hama kutu daun biasanya menyerang tanaman dengan cara bergerombol dan mengisap cairan tanaman. Hama ini bersimbiosis dengan semut. Karena cairan madu yang dikeluarkan kutu daun sangat disenangi semut terutama semut rangrang atau semut hitam. Selain itu embun jelaga juga menyenangi cairan madu yang dikeluarkan kutu daun. Embun jelaga sebenarnya tidak merusak tanaman namun karena keberadaannya dapat menghalangi proses fotosintesis. Embun jelaga membuat daun atau ranting pohon menjadi hitam keabu-abuan. Selain itu kutu daun dapat menjadi vektor bagi virus yang membahayakan tanaman.  Untuk itu pengendaliannya adalah dengan terlebih dahulu mengendalikan semut hitam dan semut rangrang. Dapat dilakukan pengasapan atau pembakaran sarang semut atau dengan menyemprotkan insektisida seperti Sevin 85 S, Bayrusil 25 EC, atau Matador 25 EC.
  3. Tungau. Jenis tungau merah yang paling banyak ditemui pada buah mangga. Tungau hitam dan tungau hijau biaanya menyerang daun dan ranting tanaman. Gejalanya pertama bagian daun atau ranting berwarna pucat dan mengerut, dan terlihat seperti ada tepung berwarna kelabu. Lalu tepi daun akan menggulung dan akhirnya rontok. Pengendaliannya dapat memangkas dan memusnahkan bagian batang yang terserang. Lakukan juga pemangkasan rutin sebagai pencegahannya. Dan jika anda ingin menggunakan pestisida dapat menggunakan insektisida Hostathion 40 EC, Cymbush 50 EC atau Kelthane 200 EC.
  4. Rayap. Serangan rayap kerap luput dan baru diketahui setelah rayap merusak bagian tanaman. Selain itu sulit dikendalikan dan diketahui karena bagian akar pohon yang biasanya diserang.  Rayap hanya memakan bagian tanaman yang sudah mati, namun cairan yang dikeluarkan rayap dapat mempercepat proses kematian kulit batang, sehingga penularan sangat cepat. Pengendaliannya dapat membersihkan sisa ranting, sampah dan bonggol kayu sekitar tanaman, tidak menggunakan bekas kebun karet untuk menanam pohon mangga, menggali tanaman yang terserang dan membongkar sarang tempat ratu rayap berada. Secara kimiawi dapat menggunakan insektisida Furadan 3G pada media tanam dan menyemprotkan tanaman dengan Regent SC.

Penyakit tanaman

  1. Antraknosa. Penyakit ini disebabkan jamur Colletotrichum gloesporioider (Penz.) Sacc. Dianggap sebagai penyakit yang sering menyerang dan penting untuk di basmi. Penyakit ini menyerang daun muda, batang, bunga dan buah. Gejalanya pada daun berupa bercak tidak teratur, coklat keabuan dan ukurannya tidak klebih dari 5 mm, namun jika sudah banyak, bercak itu akan mengumpul dan menjadi bercak besar dan akhirnya akan membentuk lubang dan daun akan kering kemudian gugur. Gejala pada batang muda berupa bercak coklat keabuan, bisa membesar membentuk gelang melingkar batang, dan akhirnya membuat mati bagian yang terserang. Pada bunga akan terlihat bintik bintik kecil dan merontokkan bunga. Sedangkan pada buah terlihat bercak hitam pada kulit dan jika bercak banyak akan membuat daging buah dibawahnya menjadi busuk.  Pengendalian dengan cara menghindari penanaman mangga saat curah hujan tinggi, memangkas dan menusnahkan bagian yang terserang, menjaga kelembaban kebun dengan pemangkasan rutin, pengelolaan air tepat dan mengatur sistem drainase kebun. Pencegahan dengna kimiawi dapat menggunakan Antracol 70 WP, Dithane M45 dan Benlate.
  2. Bercak Daun Stigmina. Penyakit ini disebabkan jamur Stigmina mangiferae (koord.)Ell. Gejalanya berupa bercak kecil bulat atau bersudut , hitam kecoklatan dan dikelilingi lingkaran klorotis yang jelas jika dilihat dari cahaya yang menembus daun. Biasanya penyakit ini ada pada saat tanaman membentuk daun muda. Pengendaliannya menjaga kelembapan sekitar tanaman, memangkas dan memusnahkan bagian yang terserang, pengelolaan air yang tepat atau menggunakan fungisida Benlate, Topsin M 70 WP dan Derosal 500/60 WP.
  3. Bercak Daun Kelabu. Penyakit ini disebabkan jamur Pestalotiopsis mangiferae (Henn.)Stey. Gejalanya pada daun muda berupa bercak putih keabuan, dapat membentuk bercak yang besar dan dibatasi tepiannya dengan warna gelap.akhirnya nanti daun akan berlubang dan gugur. Namun pengendalian khusus tidak perlu dilakukan karena tidak terlalu merugikan dan biasanya akan hilang bersamaan dengan kita membasmi penyakit lainnya.
  4. Penyakit Kulit Botryodiplodia. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Botryodiplodia theobromae Pat. Gejalanya muncul pada pangkal batang dan cabang yang mendadak menerima cahaya matahari langsung akibat pemangkasan berat atau pemindahan lokasi penanaman. Bagian yang terserang akan mengering, kulit menjadi gelap, pecah , mengelupas dan bisa mengakibatkan kematian pada pohon. Pengendaliannya memangkas bagian yang terserang,mengapur pangkal batang dengan campuran kapur dan garam (25 kg kapur mati, 2 kg garam dapur dan air 25-35 liter) serta selalu menjaga kelembapan udara disekitar tanaman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Switch to our mobile site

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia